Rabu, 09 Juli 2014

FARMASI

Program Studi Farmasi berdiri tahun 2006. Program studi ini menggandeng Fakultas Farmasi Universitas Airlangga serta bergabung sebagai Anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia sebagai upaya mengembangkan kualitas pendidikan yang terstandard.

Beban studi yang harus ditempuh mahasiswa sebanyak 150 SKS yang dapat diselesaikan selama 8 semester. Untuk menunjang kualitas lulusan, Program Studi Farmasi menyelenggarakan pembelajaran dengan kurikulum berbasis kompetensi dengan muatan utama adalah farmasi komunitas berbasis klinis.
Sebagai salah satu program studi yang berusia relatif muda di lingkungan, Prodi Farmasi UMM berhasil meluluskan lebih dari 70% Sarjana Farmasi secara tepat waktu dengan predikat memuaskan.

Profesional Apoteker mempunyai lapangan kerja yang cukup luas, khususnya pada pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care). Apoteker secara individu dapat membuka apotek tanpa harus terpengaruh oleh pihak lain, dapat juga bekerja di rumah sakit sebagai clinical pharmacy, di industri obat sebagai manager produksi, manager quality control, di Balai Pengawasan Obat dan Makanan, lembaga pendidikan, lembaga penelitian, Departemen kesehatan dan departemen lainnya.

Visi :
Menjadi Program Studi Farmasi terkemuka dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi kefarmasian yang berkeunggulan di bidang farmasi komunitas berbasis pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan nilai-nilai Islam untuk meningkatkan daya saing bangsa.
 
Misi :
  1. Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesi, penelitian, serta pengabdian pada masyarakat yang berkualitas dalam bidang farmasi komunitas.
  2. Menyelenggarakan pengelolaan pendidikan yang amanah untuk meningkatkan suasana akademik sehingga dapat mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan sikap belajar sepanjang karier.
  3. Menyelenggarakan pembinaan civitas akademik dalam kehidupan islami sehingga mampu beruswah hasanah dalam konteks kefarmasian komunitas.
  4. Menyelenggarakan kerjasama untuk meningkatkan pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian dan kelembagaan dengan berbagai pihak baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
 
Tujuan :
  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, perilaku ilmiah dan islami, serta memiliki keunggulan dalam bidang farmasi komunitas.
  2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang relevan di bidangnya dan memiliki peluang yang lebih baik untuk bersaing dalam memperoleh pekerjaan di pasar kerja baik nasional maupun global.
  3. Menghasilkan peneliti inovatif yang mencerminkan pemikiran analitis dan kritis yang mampu memecahkan masalah kefarmasian utamanya di bidang farmasi komunitas.
  4. Menghasilkan pengabdi kepada masyarakat yang memiliki kemampuan sebagai ilmuwan dan profesional yang islami dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
  5. Mengembangkan kerjasama dengan instansi yang terkait, organisasi profesi, atau kelompok masyarakat baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional melalui program-program yang dapat membantu menyelesaikan problem-problem di bidang farmasi.
 sumber :
1. http://www.umm.ac.id/id/page/01031001/farmasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar